Pengkajian Teknologi Penyuluh Perikanan Kab. Buleleng dengan Budidaya Lele dalam Wadah Terpal (Kolam Terpal)
Komoditi perikanan saat ini menjadi salah satu primadona sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga, masyarakat dan Devisa Negara. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kementrain Kelautan dan Perikanan yang manjadikan Indonesia sebagai penghasil perikanan terbesar di dunia pada tahun 2015. Dilihat dari potensi yang ada khususnya di Kabupaten Buleleng, maka target tersebut akan mampu dicapai, baik melalui intensifikasi, deversifikasi dan ekstensifikasi usaha perikanan.
Sejalan dengan perkembangan teknologi pembudidayaan ikan yang saat ini terus berkembang sesuai dengan dinamika yang ada, maka para Penyuluh Perikanan Kabupaten Buleleng dituntut harus mampu menguasai berbagai teknologi perikanan yang saat ini terus dansedang berkembang. Untuk mengasah dan menyegarkan Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap (PKS) para penyuluh yang ada, maka dilakukanlah suatu upaya Pengkajian Teknologi Budidaya Lele dalam Wadah Terpal. Mengapa memilih menggunakan wadah terpal?. Hal ini mengingat kebanyakan persawahan/lahan yang dijadikan media pembudidayaan ikan memiliki struktur tanah yang tidak kedap air (cenderung berpasir) sehingga tidak dapat menampung air dalam jumlah yang cukup selama masa budidaya. Disamping itu mengingat saat ini kebutuhan air (khususnya untuk irigasi) masih menjadi kendala utama di sektor pertanian sehingga ada waktu-waktu dimana mereka mendapatkan air secara bergiliran setiap 2-3 hari sekali. Disatu pihak komoditi perikanan (ikan air tawar) memerlukan media air yang cukup di sepanjang masa pemeliharaannya. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka saat ini para pembudidaya ikan air tawar disarankan melakukan pemeliharaan ikan dengan wadah/media terpal. Sebab dengan menggunakan terpal biaya akan lebih irit/murah jika dibanding membuat kolam permanen (beton) dan lokasi kolam juga dapat dibuat di sekitar pekarangan rumah, di bawah tanaman perkebunan (kopi,cacao,dll).