Kabupaten Buleleng mempunyai panjang pantai 157,05 km, dengan luas laut 3.196.8 km² dengan perkiraan produksi lestari 12.538 ton/tahun pemanfaatan potensi masih didominasi oleh perikanan rakyat dengan memanfaatkan sumber perikanan pantai, lepas pantai dan laut bebas. Dari hasil tangkapan ikan di laut tahun 2008 data produksi ikan sebanyak 11.173,9 ton atau baru dimanfaatkan sebesar 85,08% dari potensi lestari. Jenis-jenis ikan yang ditangkap dan menjadi komoditi andalan daerah Buleleng antara lain Lemuru 1.093,9. ton ( 10,9 %), Cakalang ton 1.846,3 (15,22%), Ikan Tongkol 1.855,1 ton (15,68%), Teri 467,9 (5,76%), Ikan Lemadang 272,1 (2,62%), ekor Layang 867,5 (9,30%), Ikan Terbang 1.162,5,9 (8,99%), Ikan Tuna 1.052,8 (9,84%) dan ikan-ikan demersal yang masih sedikit pengelolaannya. Adapun peluang usaha yang masih terbuka dapat dieksploitasi lagi sebesar 1.838,4 ton (14,66 %).
Jumlah nelayan tahun 2008 sebanyak 6.721 orang dengan armada tangkap antara lain perahu motor 44 buah jukung bermotor 2.084 buah dan jukung 1.270 buah, serta alat tangkap yang dioperasikan berupa gillnet 2.861 unit, pancing ulur 3.716 unit, pancing tonda 1.821 unit, purse seine 94 unit, bagan 49 unit, bubu 336 unit.
Jumlah Investasi di bidang penangkapan sampai tahun 2008 sebesar Rp. 69.919.330.000(enam puluh sembilan milyar sembilan ratus sembilan belas juta tiga ratus tiga puluh ribu rupiah) yang terdiri dari pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan sebesar Rp. 8.140.830.000,- (delapan milyar seratus empat puluh juta delapan ratus tiga puluh ribu rupiah) dan sisanya sebesar Rp. 61.778.500.000 (enam puluh satu milyar tujuh ratus tujuh puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah) adalah untuk pengembangan sarana, prasarana dan produksi perikanan tangkap yang digunakan oleh nelayan dan para swasta yang bergerak di sektor perikanan dan kelautan.
Gambar 3. PPI Sangsit (kegiatan penangkapan)
Jenis-jenis ikan yang dominan terdapat diperairan kabupaten Buleleng antara lain :
Cakalang
Ikan Cakalang merupakan jenis ikan pelagis ekonomi penting ditangkap dengan alat purseine, tonda, rawai, gillnet, dan lain-lain dengan alat bantu penangkapan berupa rumpon. Produksi ikan cakalang pada tahun 2008 sebesar 1.846,3 ton, pemanfaatan produksi cakalang utamanya konsumsi segar dan diolah menjadi pindang. Daerah penangkapan terdapat disepanjang pantai Buleleng debgan musim penangkapan hampir sepanjang tahun dengan musim puncak pada bulan November dan Desember.
Gambar 4.Ikan Cakalang
Tongkol
Ikan tongkol merupakan ikan pelagis ekonomi penting, di Kabupaten Buleleng terdapat disepanjang pantai dengan musim tangkap hampir sepanjang tahun dengan musim puncak pada bulan April sampai dengan bulan Juni alat tangkap yang biasa digunakan oleh nelayan adalah pancing tonda produksi tahun 2008 mencapai 1.855,1 ton.
Gambar 5 . Ikan Tongkol
Ikan Terbang
Ikan terbang termasuk ikan pelagis terbesar disepanjang pantai Buleleng dengan musim penangkapan, puncak pada bulan Oktober-Desember dengan menggunakan alat tangka gillnet (jaring walang) orodan. Produksi tahun 2008 adalah 1.162,5 ton.
Ikan Lemuru
Ikan lemuru termasuk ikan pelagis tersebar di sepanjang pantai Kabupaten Buleleng utamanya di sekitar selat Bali dengan musim penangkapan sekitar bulan Oktober-April dengan alat utama tangkapan ikan lemuru adalah purse seine (mini), orodan. Produksi tahun 2008 adalah 1.093,9 ton.
Ikan Layang
Ikan layang termasuk ikan pelagis yang tersebar di sepanjang pantai Buleleng dengan musim penangkapan pada bulan April-Juni dengan menggunakan alat tangkap purse seine, gillnet (kober), maupun beach seine (orodan). Produksi tahun 2008 adalah sebesar 867,5 ton.
Ikan Ekor Kuning
Ikan ekor kuning termasuk ikan demersal tersebar disepanjang pantai Buleleng dengan musim tangkapan pada bulan April-Oktober dengan menggunakan alat tangkap pukat pantai dan produksi tahun 2008 adalah 17,8 ton.