PELUANG USAHA Usaha Budidaya Tawar

Usaha Budidaya Tawar

Kegiatan air tawar yang sudah berkembang dan cukup memberikan andil dalam pemenuhan kebutuhan akan protein masyarakat adalah dari jenis karper dan udang Galah, sedangkan beberapa jenis ikan air tawar juga ada namun belum banyak produksinya seperti lele maupun nila.

Ikan Karper

Kegiatan budidaya ikan karper di Buleleng adalah dilakukan pada berbagai cara dan yang paling banyak adalah usaha tumpang sari mina padi, kemudian kegiatan pembesaran di Keramba Jaring Apung (KJA) maupun kolam-kolam penduduk. Potensi usaha mina padi tercatat seluas 3.354,6 Ha pada sawah berpengairan teknis maupun setengah teknis namun pemanfaatannya baru mencapai 198 ha, sehingga pengembangan usaha ini masih sangat memungkinkan. Bididaya karper di keramba (KJA) memanfaatkan kelompok perairan namun yang ada seperti danau, sungai, saluran irigasi, waduk dan lain-lain. Potensi perairan umum Buleleng seluas 481.3 ha pemanfaatannya masih terlalu kecil akibat kendala biaya pakan yang cukup mahal.

Udang Galah

Usaha budidaya udang galah tergolong baru diperkenalkan sejak kurang lebih pada tahun 1985, kegiatan ini cepat sekali berkembang. Perkembangan ini sejalan dengan menurunnya produksi udang di tambak (udang windu). Upaya pengembangan kegiatan budidaya udang galah memanfaatkan potensi kolam air tenang dan kolam tradisional yang ada. Dari potensi kolam yang ada seluas 27,32 ha baru dimanfaatkan seluas 11,6 ha dengan produksi tahun 2007 sebesar 3,2 ton yang tersebar pada Kecamatan Banjar, Busungbiu, Seririt, Buleleng Sawah dan Kubutambahan. Usaha ini cukup memberikan harapan untuk dikembangkan karena konsumsi lokal (termasuk tamu-tamu asing).

Komoditas budidaya air tawar lainnya yang juga mempunyai peluang untuk dikembangkan di Kabupaten Buleleng antara lain adalah nila, lele dan lain-lain.

Gambar 11. Budidaya Udang Galah

Ikan Hias

Jenis-jenis Ikan Hias yang sudah berkembang di Kabupaten Buleleng adalah jenis Comet, Cupang, PLatisilfer, Platicoral, Balack Molly, Guffi dan lain-lain daerah pengembangannya baru pada Kecamatan Sukasada, Banjar, Busungbiu, dan Seririt. Jumlah petani masih sedikit dengan produksi yang dihasilkan sudah cukup baik, dan baru dipasarkan secara lokal saja. Dengan usaha pengembangan masih terbuka baik dari jenis-jenis ikan hias, maupun pasar. Produksi penangkapan ikan hias laut sebesar 598.832 ekor.

Gambar 12 . Ikan Hias Air Laut