Kegiatan Pembenihan ikan di Kabupaten Buleleng cukup berkembang adapun kegiatan-kegiatan pembenihan yang ada adalah sebagai berikut :
a. Pembenihan bandeng dan kerapu
Pembenihan Bandeng dan kerapu di lingkungan Kecamatan Gerokgak dengan jumlah Hatchery Lengkap (HL) sebanyak 52 unit dan jumlah Bak Induk sebanyak 152 bak dan jumlah Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) sebanyak 1.800 unit, jumlah bak larva hatchery lengkap dan hatchery skala rumah tangga sebanyak 4005 bak. Bak larva Produksi nener tahun 2008 sebesar 1.985.125.000 dan produksi bcnih kerapu sebesar 326 ribu ekor.
Gambar 13 .BBI dan Induk Ikan Air Tawar
b. Pembenihan Udang Paname
Potensi pembenihan udang paname sebesar 130 Ha, namun pada tahun 2008 baru dimanfaatkan seluas 74,3 Ha (57,15 %). Peluang investasi untuk tahun 2009 sebesar 55,7 Ha (42,8 %). Pengusaha udang paname kebanyakan tersebar di wilayah Kecamatan Gerokgak.
c. Pembenihan Udang Galah
P
Gambar 14. Pembenihan
d. Pembenihan Ikan Hias
Potensi pengembangan ikan hias 27, 32 Ha, dan baru dimanfaatkan 5 Ha (5,5%) dengan produksi sebanyak 167.925 ekor. Wilayah produksi untuk pembenihan ikan hias air tawar adalah Kecamatan Seririt, Sukasada, dan Busungbiu.
e. BBI / UPR (Unit Pembenihan Rakyat)
Dinas Kelautan dan Perikanan mempunyai 1 unit Pembenihan Ikan Air Tawar yang berada di Desa Ringdikit dengan luas 0,83 Ha dengan potensi tahun 2008 sebesar 1.200.000 ekor. Sedangkan jumlah UPR sebanyak 6 unit dengan produksi sebanyak 591.500 ekor.
Total investasi budidaya baik budidaya air tawar maupun budidaya air laut sampai tahun 2008 adalah sebesar Rp 740.600.000.000 (tujuh ratus empat puluh milyar enam ratus juta rupiah) yang terdiri dari investasi budidaya mutiara yang terdiri dari 17 perusahaan sebesar Rp 59.500.000.000 (lima puluh sembilan milyar lima ratus juta rupiah), Hatchery Bandeng terdiri dari 52 hatchery lengkap dan Hatchery Skala Rumah Tangga yang terdiri dari 1800 unit yang total investasinya sebesar Rp 582.000.000.000 (lima ratus delapan puluh dua milyar rupiah), keramba jaring apung untuk kerapu dan ikan lainnya sejumlah 12 perusahaan dan 4 kelompok pembudidaya kerapu dengan total investasi sebesar Rp 12.000.000.000 (dua belas milyar rupiah), rumput laut dengan total investasi sebesar Rp 3.600.000.000 (tiga milyar enam ratus juta rupiah), tambak udang sejumlah 11 perusahaan dengan total investasi sebesar Rp 77.000.000.000 (tujuh puluh tujuh milyar rupiah) dan investasi di balai pembenihan ikan sebesar Rp 3.500.000.000 (tiga milyar lima ratus juta rupiah) serta investasi kolam rakyat / UPR untuk budidaya air tawar sebesar Rp. 3.000.000.000 (tiga milyar rupiah).