Pengelolaan perairan umum sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana. Kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan umum melalui kegiatan penangkapan dan budidaya mempunyai kecenderungan semakin tidak terkendali, dimana jumlah tangkap tidak lagi seimbang dengan daya pulihnya.
Pemulihan sumberdaya ikan di perairan umum dapat dilakukan berbagai cara, yaitu penebaran ulang (restocking), introduksi ikan, perikanan tangkap berbasis budidaya (Culture based fisheries / CBF ), rehabilitasi dan modifikasi habitat, konservasi sumberdaya ikan, atau eliminasi predator/kompetitor ikan target.
Seperti dilakukan, Kamis (27/5) lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Perikanan dan Kab. Buleleng (Diskanla) dan didukung oleh Gerakan Kembali Ke Desa serta Kelompok Nelayan Sari Sedana Desa Pancasari menebar sebanyak 100 ribu ekor benih ikan tawes yang berasal dari Balai Benih Ikan Ringdikit (UPTD Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Buleleng serta 100 ribu ekor ikan Grasscarp/ Koan yang khusus didatangkan dari BBAT Sukabumi – Jawa Barat.
Grass Carp (Ctenopharyngodon idella) merupakan ikan yang berasal dari China bagian timur. Ikan ini didatangkan ke Indonesia (Sumatera) pada tahun 1915 dan pada tahun 1949 didatangkan ke Jawa dengan tujuan untuk dibudidayakan.Ikan Grass Carp atau ikan Koan merupakan herbivora yang hidup di air tawar. Ikan grass carp dapat mencapai ukuran panjang maksimal 120cm dan bobot tubuh 20 kg.Induk ikan grass carp sudah dapat memijah pada umur 3 s/d 4 tahun dengan berat betina mencapai 3 kg dan jantan 2 kg. Pemijahan biasanya terjadi pada musim penghujan.
Ikan jenis ini memakan tumbuhan air seperti Hydrilla sp., Salvinia, rumput-rumputan dan tumbuhan air lainnya, sehingga ikan jenis ini dapat dipakai sebagai ikan pengendali gulma air baik di kolam maupun diperairan umum. Terkait dengan kemampuan Grasscarp yang dapat dijadikan pengendali gulma inilah sehingga ikan ini ditebar di Danau Buyan yang beberapa tahun terakhir terus mengalami pendangkalan yang salah satu penyebabnya adalah banyaknya gulma yang tumbuh di Danau Buyan.
Turut hadir menyaksikan penebaran benih ikan itu Direktur Jenderal (Dirjen) Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Made L Nurdjana dan sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Buleleng menyapaikan bahwa kegitan penebaran ikan ini merupakan kegiatan yang telah beberapa kali dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Buleleng dan telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Pada tahun 2008, Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Buleleng menebar ikan (Tawes, Mas, Nila) tidak kurang dari 2,8 Juta ekor dan pada tahun 2009 tidak kurang dari 700 ribu ekor ditebar di berbagai wilayah perairan umum di Kab. Buleleng. Kegiatan penebaran tersebut dalam pelaksanaannya telah pula dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak yaitu diantaranya Instansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Tim Penggerak PKK, Pramuka, Masyarakat, serta Lembaga Swadaya Masyarakat.
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; mso-font-alt:"Century Gothic"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Setelah dilakukan penebaran dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai culture based fisheries. Pada kesempatan ini Bapak Dirjen Perikanan Budidaya KKP- RI juga sempat berdiskusi dengan peserta penebaran mengenai pengelolaan danau buyan khususnya dari aspek budidaya.